Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

lingkungan sehat

Lingkungan Sehat 
Memiliki Lingkungan Sehat adalah idaman keluarga sehat tentunya, hal tersebut dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari diri kita pribadi, tempat tinggal yang bebas dari sampah akan membuat kita beserta anggota keluarga kita sehat terhindar dari berbagai penyakit. Beberapa cara perlu anda lakukan agar menjaga lingkungan anda tetap sehat, yaitu sebagai berikut
  • Selalu sediakan tempat sampah pada bagian-bagian ruangan tertentu di rumah  anda, Sampah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas keseharian manusia. Namun, jika sampah tidak ditangani dengan baik, dapat menjadi masalah yang mengganggu keseimbangan lingkungan dan juga mengakibatkan permasalahan kesehatan tubuh. Kelola sampah di rumah anda dengan baik.
  • Jangan biarkan sampah menumpuk dan berserakan. Sampah yang menumpuk dan berserakan tentunya akan mengundang tamu yang tidak diundang, tamu pembawa penyakit seperti virus dan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan anda beserta keluarga.
  • Bersihkan selalu lantai rumah. Memiliki lantai rumah yang bersih dan mengkilat selain untuk alasan kesehatan tentu saja akan memperindah tampilan rumah anda. Meskipun lantai rumah sudah disapu dan dipel setiap hari secara teratur dengan menggunakan produk pembersih kimia yang dengan mudah didapatkan di pasaran, namun ada baiknya bila tidak menggunakan produk bahan pembersih tersebut secara berlebihan.
  • Bersihkan barang-barang dan juga jendela secara rutin. Membersihkan barang-barang di rumah terkadang terlihat hal yang sepele, padahal sebenarnya  kebersihkan barang-barang juga perlu dilakukan terlebih jika debu sudah menumpuk, tentu saja lingkungan berdebu kurang sehat. carilah cara yang cepat, efektif, dan efisian dalam membersihkan barang-barang jika anda orang yang memikili aktivitas padat
  • Ventilasi rumah harus berfungsi dengan baik. Agar menghindari virus menyebar melalui udara, ventilasi harus berfungsi dengan baik, ventilasi harus terbuka supaya udara dapat mengalir dengan baik dan virus-virus pun dapat terbawa ke luar ruangan. Ventilasi juga berfungsi sebagai sirkulasi atau pergantian udara yang ada di dalam ruangan, sirkulasi udara yang berfungsi dengan baik dapat menciptakan kondisi yang sejuk dalam rumah.
  • Tidak membuang limbah rumahan ke kali dengan sembarangan. Usahakan anda tidak membuang sampah atau limbah berbentuk apapun ke dalam kali baik dekat atau pun kali yang jauh dari rumah anda. Tidak hanya untuk menjaga kesehatan keluarga anda ataupun keluarga orang lain, tapi dapat menjaga lingkungan kita terbebas dari ancaman bencana banjir.
Tidak hanya lingkungan dalam rumah yang perlu kita jaga, tentu saja lingkungan luar rumah anda pun perlu anda jaga, mulai dari teras sampai halaman rumah, lakukan lah kerja bakti minimal seminggu sekali untuk menjaga kebersihan teras dan halaman rumah, memangkas rumput liar atau tamanan rimbun ataupun bersihkan got supaya tidak menjadi sarang nyamuk dan tikus. Sediakan juga tempat sampah untuk di luar rumah. Atur tanaman pada halaman rumah supaya tidak terlalu banyak tetapi tidak terlalu sedikit pula, tanaman di halaman rumah dapat membuat rumah menjadi tampak segar dan asri.
Lingkungan Sehat
Lingkungan Sehat
Mulailah dari diri kita sendiri dengan melakukan hal hal yang sederhana untuk membuat lingkungan sehat. Dengan memiliki pola dan lingkungan sehat tentunya dapat menjaga keluarga kita supaya tetap sehat dan pastinya terhindar dari masalah kesehatan. Kita memang tidak dapat mencegah seseorang terhindar dari penyakit 100% tetapi setidaknya kita mampu mengurangi peluang seseorang terkena penyakit dengan lingkungan yang sehat serta bersih terbebas dari  polusi.
Sumber Gambar : http://gambarrumah.co/wp-content/uploads/2013/04/rumah-sederhana-sehat.jpg

Related Keyword:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

MEMBUDAYAKAN POLA HIDUP SEHAT

Membudayakan Pola Hidup Bersih

Petugas kebersihan (ilustrasi)
Petugas kebersihan (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein
 

Menjaga kebersihan seharusnya menjadi pola hidup umat Islam. Dengan menjaga kebersihan, banjir yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia bisa dicegah. Sebagai umat Islam seharusnya kita menyadari hal itu. Sejak Islam diturunkan ke muka bumi, Allah SWT mengajarkan kepada seluruh pengikut Nabi Muhammad SAW untuk memperhatikan aspek kebersihan dan kesucian.

Sehingga dengan hidup sehat dan bersih kita akan terhindar dari berbagai penyakit, dengan demikian kita akan dapat bekerja dan beribadah dengan lancar dalam rangka menunaikan kewajiban kita sebagai hamba Allah yang bertaqwa kepada-Nya.

Menjaga kebersihan merupakan bagian dari menjaga kesucian, yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari keimanan. Oleh sebab itu orang yang tidak menjaga kebersihan dan kesucian sama dengan telah mengabaikan sebagian dari nilai-nilai keimanannya, sehingga dia belum termasuk orang yang betul-betul beriman.

“Rasulullah melarang buang air di air yang tidak mengalir.” (HR muslim). Jadi dari hadis tersebut, kita bisa memahami bahwa hidup sehat suatu yang patut dijalankan untuk menjaga kesucian diri.

Di samping masalah kebersihan diri, Islam juga sangat memperhatikan kebersihan lingkungan yang ada di sekitar kita. Sebagai agama yang menjadi rahmat bagi sekalian alam, Islam tidak akan membiarkan manusia merusak atau mengotori lingkungan sekitarnya.

Kebersihan lingkungan itu sendiri akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan manusia yang ada di sekitarnya. Menjaga kebersihan lingkungan sama pentingnya dengan menjaga kebersihan diri.

Sebagai agama rahmat semua mahluk hidup, Islam mengajarkan kepada umat-Nya untuk selalu menjaga kebersihan tempat-tempat fasilitas umum. Islam menyadarkan kepada umat-Nya bahwa tempat itu kotor dan menjadi sarang penyakit, maka akan sangat mudah menjangkiti banyak orang dalam waktu yang bersamaan.

Menyadari bahaya tersebut Rasulullah dengan tegas melarang kita untuk buang air besar dan kecil di tempat yang dilewati banyak orang, dijadikan tempat berteduh, di bawah pohon yang berbuah, tempat ibadah dan lain-lain.

Rasulullah SAW bersabda: “Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda: takutilah menjadi orang yang dilaknat orang lain, sahabat bertanya: siapa orang yang menjadi laknat orang lain?. Rasulullah menjawab: yaitu orang yang buang hajat di tempat yang dilalui orang lain, atau tempat berteduh orang lain.” (HR Muslim).
Islam juga menyadarkan kepada umat-Nya agar tidak meludah di sembarangan tempat. Selain ludah itu sendiri menjijikan, meludah di sembarang tempat menjadi salah satu sarana menularnya beberapa penyakit.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: “Meludah di masjid adalah dosa dan kafarat (taubat) nya adalah dengan menanam ludah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis itu mensyaratkan kepada seluruh umat Islam untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat. Dengan pola hidup bersih dan sehat, umat Islam dapat terhindar dari berbagai penyakit, sehingga menjadi umat yang sehat dan kuat serta mampu melahirkan generasi yang sehat dan kuat pula.

Terakhir, dengan pola hidup bersih dan sehat akan  membuat kita jauh dari berbagai penyakit.  Mencegah penyakit lebih baik daripada mengobatinya ketika ia telah terlanjur menjangkiti kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

PENGHANTAR KESEHATAN MASYARAKAT

Indikator Lingkungan Sehat

INDIKATOR LINGKUNGAN SEHAT
4 Indikator Lingkungan Sehat
Untuk menilai keadaan lingkungan dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan sehat telah dipilih empat indikator,
yaitu persentase keluarga yang memiliki akses air bersih, presentase rumah sehat, keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar, Tempat Umum dan Pengolahan Makanan (TUPM).
Beberapa upaya untuk memperkecil resiko turunnya kualitas lingkungan telah dilaksanakan oleh berbagai instansi terkait seperti pembangunan sarana sanitasi dasar, pemantauan dan penataan lingkungan, pengukuran dan pengendalian kualitas lingkungan.
Pembangunan sarana sanitasi dasar bagi masyarakat yang berkaitan langsung dengan masalah kesehatan meliputi penyediaan air bersih, jamban sehat, perumahan sehat yang biasanya ditangani secara lintas sektor, kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemantauan kualitas air minum, pemantauan sanitasi rumah sakit, pembinaan dan pemantauan sanitasi tempat-tempat umum (Hotel, Terminal), tempat pengolahan makanan, tempat pengolahan pestisida dan sebagainya.
Didalam memantau pelaksanaan program kesehatan lingkungan dapat dilihat beberapa indikator kesehatan lingkungan sebagai berikut:
1. Penggunaan Air Bersih:Air merupakan sumber kehidupan/kebutuhan pokok manusia namun dalam hal penggunaannya berbeda-beda begitu juga kualitas maupun kwantitasnya.Air merupakan media penularan penyakit yang paling cepat karena sifatnya yang flesibel untuk tempat berkembangbiak ataupun penularan berbagai sumber penyakit, maka dari itu perlu menjaga kualitas dan kwantitas air demi terciptanya kesehatan.
2. Rumah Sehat:Bagi sebagian besar masyarakat, rumah merupakan tempat berkumpul bagi semua anggota keluarga dan menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat berperan sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau tetangga sekitarnya.
Dari data yang ada maka program sosialisasi terhadap masyarakat untuk membangun rumah sehat perlu terus dilakukan sehingga pencegahan terhadap perkembangan vektor penyakit dapat diperkecil, demikian pula penyebab penyakit lainnya di sekitar rumah.
3. Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar:Keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi persediaan air bersih, kepemilikan jamban keluarga, tempat sampah dan pengelolaan air limbah keluarga keseluruhan hal tersebut sangat diperlukan didalam peningkatan kesehatan lingkungan.
Dari data diatas menunjukkan bahwa tahun 2007 kepemilikan sarana sanitasi dasar di Kab.Tangerang sedikit meningkat dibandingkan tahun 2006, dapat diasumsikan bahwa kondisi ini menunjukan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya sarana sanitasi dasar.
4. Tempat Umum dan Pengolahan Makanan (TUPM):Makanan termasuk minuman, merupakan kebutuhan pokok dan sumber utama bagi kehidupan manusia, namun makanan yang tidak dikelola dengan baik justru akan menjadi media yang sangat efektif didalam penularan penyakit saluran pencernaan (Food Borne Deseases). Terjadinya peristiwa keracunan dan penularan penyakit akut yang sering membawa kematian banyak bersumber dari makanan yang berasal dari tempat pengolahan makanan (TPM) khususnya jasaboga, rumah makan dan makanan jajanan yang pengelolaannya tidak memenuhi syarat kesehatan atau sanitasi lingkungan.
Sehingga upaya pengawasan terhadap sanitasi makanan amat penting untuk menjaga kesehatan konsumen atau masyarakat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

LINGKUNGAN SEHAT DI SEKOLAH

PENGERTIAN LINGKUNGAN

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.




Lingkungan Sekolah yang Sehat Mewujudkan Prestasi Siswa

“Kebersihan sebagian dari Iman.”

Mungkin sudah banyak penelitian tentang “Hubungan Antara Prestasi Siswa dengan Lingkungan Belajarnya”, tapi sedikit sekali penerapannya di Indonesia. Bahkan pemerintah sendiri sangat kurang memahami akan kebutuhan generasi penerus mereka ini. Entah kurang memahami atau mungkin sibuk dengan urusan pribadi mereka masing-masing?

Jika kita mencari korelasi antara lingkungan sekolah yang nyaman dengan prestasi siswa di sekolah, maka didapatlah fakta bahwa proses belajar mengajar itu memerlukan ruang dan lingkungan pendukung untuk dapat membantu siswa dan guru agar dapat berkonsentrasi dalam belajar. Mengapa begitu? Karena belajar memerlukan kondisi psikologi yang mendukung. Jika para siswa belajar dalam kondisi yang menyenangkan dengan kelas yang bersih, udara yang bersih, dan sedikit polusi suara, niscaya tingkat prestasi para siswa juga akan naik.

Lingkungan Pekarangan Sekolah yang sehat

Bagi para siswa, tentunya kegiatan belajar mengajar memerlukan lingkungan pekarangan sekolah yang nyaman, bersih, dan cukup pepohonan. Tidak itu saja, bagi para siswa di tingkat Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak, lingkungan dengan taman bermain yang tercukupi akan membuat tumbuh kembang anak menjadi baik dan menyenangkan. Hal ini juga sesuai dengan dasar-dasar pendidikan yang memang dibutuhkan oleh siswa. Bukankah lebih baik bermain-main sambil belajar, daripada belajar sambil main-main?

Apa saja syarat-syarat lingkungan sekolah yang sehat?

1. Lapangan bermain

Fasilitas lapangan bermain adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya yang berhubungan dengan ketangkasan dan pendidikan jasmani. Selain itu lapangan bermain juga dapat digunakan untuk kegiatan bermain siswa, kegiatan upacara/apel pagi, dan kegiatan perayaan/pentas seni yang memerlukan tempat yang luas.

2. Pepohonan rindang

Semakin pesatnya pertumbuhan sebuah daerah menyebabkan pepohonan rindang habis ditebangi untuk dijadikan bangunan, terlebih jika harga tanah ikut melonjak naik. Inilah yang menjadikan jumlah oksigen berkurang. Oksigen adalah salah satu pendukung kecerdasan anak. Kadar oksigen yang sedikit pada manusia akan menyebabkan suplai darah ke otak menjadi lambat, padahal nutrisi yang kita makan sehari-hari disampaikan oleh darah ke seluruh tubuh kita. Karena itulah dibutuhkan banyaknya pohon rindang di lingkungan pekarangan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah.

3. Sistem sanitasi dan sumur resapan air

Sistem sanitasi yang baik adalah syarat terpenting sebuah lingkungan layak untuk ditinggali. Dengan sistem sanitasi yang bersih, maka seluruh warga sekolah akan dapat lebih tenang dalam mengadakan proses belajar mengajar. Selain itu diperlukan juga sistem sumur resapan air untuk mengaliri air hujan agar tidak menjadi genangan air yang dapat menjadikan kotor lingkungan sekolah, atau bahkan membahayakan apabila didiami oleh jentik-jentik nyamuk.

4. Tempat pembuangan sampah

Sampah adalah salah satu musuh utama yang mempengaruhi kemajuan suatu peradaban. Semakin bersih suatu tempat, maka semakin beradab pula orang-orang di tempat itu. Terbukti dari kesadaran penduduk-penduduk di negara maju yang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dalam masalah sampah di sekolah, perlunya ditumbuhkan kesadaran bagi seluruh warga sekolah untuk turut menjaga lingkungan. Caranya adalah dengan menyediakan tempat pembuangan sampah berupa tong-tong sampah dan tempat pengumpulan sampah akhir di sekolah, dan memberikan contoh kepada siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.

5. Lingkungan sekitar sekolah yang mendukung

Adanya kasus di beberapa daerah, misalnya lingkungan sekolah yang dekat dengan pabrik yang bising dan berpolusi udara, atau lingkungan sekolah yang berada di pinggir jalan raya yang selalu padat, atau bahkan lingkungan sekolah yang letaknya berdekatan dengan tempat pembuangan sampah atau sungai yang tercemar sampah sehingga menimbulkan ketidaknyamanan akibat bau-bau tak sedap. Kasus-kasus tersebut adalah kasus yang perlu penanganan langsung dan serius dari pemerintah. Lingkungan sekitar sekolah yang seperti itu akan dapat menyebabkan siswa cenderung tidak nyaman belajar, atau bahkan penurunan kualitas kecerdasan akibat polusi tersebut. Karena itulah sudah saatnya pemerintah memperhatikan generasi penerusnya ini, karena beberapa kasus terjadi malah diakibatkan pemerintah itu sendiri. Contohnya, sebuah sekolah yang sudah berada di lingkungan yang mendukung, tapi tiba-tiba harus merasakan imbas dari pembangunan proyek di sekitar sekolah itu akibat pemerintah yang tidak mengindahkan sistem tata kota yang sudah ada.

6. Bangunan sekolah yang kokoh dan sehat

Banyak sekali adanya kasus tentang bangunan sekolah yang roboh di Indonesia. Entah itu karena bangunannya sudah tua, ataupun bangunan baru yang dibangun dengan asal-asalan. Ini juga adalah kewajiban pemerintah untuk mengatasinya. Karena bangunan sekolah sudah semestinya dibangun dengan kokoh dan memiliki syarat-syarat bangunan yang sehat, seperti ventilasi yang cukup dan luas masing-masing ruang kelas yang ideal.

Mungkin banyak sekali syarat-syarat lingkungan sekolah yang nyaman, tapi keenam poin di atas sudah cukup untuk menjadikan suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan bagi siswa dan gurunya.

Kesimpulan :

Prestasi belajar di sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh bagaimana anak-anak giat belajar dan dapat memahami pelajaran di sekolah, tapi juga kondisi lingkungan sekolahnya yang mendukung. Lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, anak-anak menjadi lebih sehat dan dapat berpikir secara jernih, sehingga dapat menjadi anak-anak yang cerdas dan kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0